Skip to content
SUARAIKN.COM

SUARAIKN.COM

Berita terkini dan terpercaya

  • Home
  • Contact Us
  • Privacy
  • Toggle search form
  • OKP FKPPAL DPC MALANG : Bersilahturahmi ke Pangkalan TNI AL Malang FKPPAL
  • GEMPAR Kepri Gelar Aksi Sosial “Gempar Berbagi” Sambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI gempar
  • PEMBINAAN KEROHANIAN SISWA KRISTEN SMK NEGERI 2 BATAM BATAM
  • Satgas FKPPAL DPC Kota Batam Toni Hasiholan Simanjuntak Alami Kecelakaan FKPPAL
  • FKPPAL DPC BATAM: Tea Reception to Welcome Mr.Gavin Ang & Farewell Mr. Mark Low , Consulate-General of The Republic of Singapore FKPPAL
  • GEMPAR Kepri Hadiri Upacara HUT ke-80 RI: Kobarkan Semangat Pemuda, Songsong Indonesia Emas 2045 gempar
  • Pemuda Antar Gereja Kota Batam Berbagi Takjil Di bulan Ramadhan Nusantara
  • KANTOR DPW PSI KEPRI KEMBALI DI SEGEL DAN DI BEKUKAN AKTIVITAS, ADA APA GERANGAN? Nusantara

BATAM MENJADI TITIK NYALA!

Posted on 25-August-2026 By transberita

Pimpinan Gereja dan Lembaga Injili Se-Kepri Bersatu dalam Fellowship PGLII, Semangat “Unity and Influence” Menggema

BATAM — Senin, 24 Agustus 2026, Gedung GBI Manhope Batam Centre terasa berbeda. Suasana hangat dan penuh sukacita terlihat ketika pimpinan denominasi gereja, lembaga Injili, yayasan pelayanan, serta Pengurus Daerah PGLII dari berbagai wilayah di Kepulauan Riau berkumpul dalam Fellowship Pimpinan Denominasi Gereja, Lembaga Injili, dan Pengurus Daerah (KSB) anggota Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kepulauan Riau. Mereka datang dari tempat yang berbeda, melayani di gereja dan lembaga yang berbeda, serta memiliki latar belakang pelayanan yang beragam. Namun pada hari itu, perbedaan tersebut tidak menjadi jarak. Sebaliknya, keberagaman justru menjadi warna yang memperindah persekutuan dan memperlihatkan bahwa gereja dapat tetap berjalan bersama dalam satu iman kepada Kristus.

Kota Batam menjadi tuan rumah fellowship yang tidak sekadar menjadi agenda tahunan atau pertemuan silaturahmi biasa. Di balik perjumpaan tersebut terdapat kerinduan untuk kembali duduk bersama, saling menguatkan, mempererat komunikasi, dan mengingatkan bahwa pelayanan akan menjadi semakin kuat ketika dikerjakan dalam semangat kebersamaan. Fellowship ini juga dirangkai dalam suasana syukur atas dua momentum besar, yakni HUT PGLII ke-55 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Dua momentum tersebut menjadi kesempatan bagi gereja untuk melihat kembali perjalanan panjang organisasi sekaligus merenungkan peran dan tanggung jawab gereja di tengah kehidupan masyarakat dan bangsa.

Setelah 55 tahun perjalanan PGLII dan 81 tahun Indonesia merdeka, muncul sebuah pertanyaan penting: apa yang dapat dilakukan gereja bagi bangsa dan masyarakat hari ini? Pertanyaan tersebut terasa semakin relevan karena gereja hidup di tengah masyarakat yang terus berubah. Tantangan pelayanan semakin kompleks, generasi baru tumbuh dengan kebutuhan dan karakter yang berbeda, sementara masyarakat juga menghadapi berbagai persoalan sosial yang membutuhkan kepedulian bersama. Gereja karena itu tidak cukup hanya hadir di dalam gedung, tetapi dipanggil untuk hadir di tengah kehidupan nyata, membawa kasih, pengharapan, kebenaran, kepedulian, dan damai sejahtera.

Mengangkat tema “Unity and Influence” yang bersumber dari Matius 5:13-14, fellowship tersebut membawa pesan kuat mengenai identitas dan panggilan gereja. Gambaran tentang garam dan terang menjadi pengingat bahwa gereja tidak dipanggil hanya untuk eksis, tetapi untuk memberikan rasa dan menerangi lingkungan di sekitarnya. Garam tidak ada untuk dirinya sendiri, demikian pula terang tidak dinyalakan untuk disembunyikan. Gereja dipanggil untuk hadir, melayani, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Namun untuk menghasilkan pengaruh yang lebih besar, gereja juga membutuhkan kekuatan persatuan.

Tema “Unity and Influence” terasa sangat relevan bagi Kepulauan Riau yang memiliki karakter masyarakat yang majemuk serta terdiri dari berbagai denominasi gereja dan lembaga pelayanan. Ada banyak bentuk pelayanan, tradisi, dan latar belakang organisasi, tetapi semuanya dapat berjalan bersama tanpa harus kehilangan identitas masing-masing. Persatuan tidak berarti semua harus menjadi sama. Persatuan berarti memilih untuk berjalan bersama meskipun terdapat perbedaan, saling menghormati, saling melengkapi, dan menempatkan kepentingan pelayanan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ibadah fellowship berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Penyampaian Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. dr. Surya H. Wijaya, M.Th., yang juga dikenal sebagai anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Batam. Sebagai tuan rumah dari GBI Manhope, Pdt. dr. Surya menyampaikan pesan yang mengajak seluruh pemimpin gereja dan lembaga Injili untuk kembali melihat secara serius arti penting kesatuan dalam pelayanan. Ia mengingatkan bahwa kesatuan gereja bukan sekadar slogan atau retorika organisasi, melainkan kekuatan yang harus diwujudkan dalam kehidupan dan kerja bersama.

“Kesatuan adalah kekuatan. Ketika kita berjalan sendiri, kita mudah goyah. Tetapi ketika kita bersatu dalam Kristus, kita menjadi kekuatan yang tidak tergoyahkan,” ujarnya di hadapan para pimpinan gereja dan lembaga yang hadir. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan penting dalam fellowship. Di tengah berbagai tantangan pelayanan, gereja tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Banyak persoalan membutuhkan komunikasi, kolaborasi, dan kebersamaan. Ketika gereja memilih untuk saling mendukung dan memperkuat, pengaruh yang dihasilkan akan menjadi jauh lebih besar.

Pdt. dr. Surya juga mengingatkan bahwa gereja sebagai duta Kristus tidak hanya dipanggil untuk menjadi terang, tetapi juga membawa pesan kenabian bagi bangsa. Gereja tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap berbagai dinamika yang terjadi di tengah masyarakat. Kehadiran gereja harus dapat dirasakan melalui pelayanan dan tindakan nyata. Keberagaman denominasi juga tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman tersebut dapat menjadi kekayaan yang memperlihatkan luasnya karya Allah yang melampaui berbagai sekat manusia. Panggilan sebagai garam dan terang akan semakin kuat ketika gereja mampu membangun persekutuan yang didasarkan pada kasih, kerendahan hati, dan kebersamaan.

Momentum fellowship semakin bermakna dengan kehadiran Ketua PD PGLII Kota Batam, Pdt. Donal Kawengian, S.Th., M.Pd., yang hadir secara langsung dan dipercaya untuk memimpin doa dalam rangkaian ibadah. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan nyata PD PGLII Kota Batam terhadap berbagai agenda strategis PGLII Kepri sekaligus memperlihatkan komitmen untuk terus memperkuat kesatuan tubuh Kristus di wilayah Kepulauan Riau. Doa yang dipimpin tersebut juga menjadi pengingat bahwa seluruh proses organisasi dan pelayanan pada akhirnya harus ditempatkan dalam tuntunan Tuhan dan diarahkan bagi kemuliaan-Nya.

Fellowship tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan dan perwakilan denominasi gereja, lembaga Injili, yayasan pelayanan, serta Pengurus Daerah PGLII dari sejumlah kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. Di antara yang hadir terdapat perwakilan dari Sinode GPIN, YII, GKDI, Sinode GKKI, GESBA, GSII, KIBAID, GMII, YPPII Batu, GPIBI, GSJA, GPI Jalan Suci, GBI, GEKARI, GKII, GKPB, GPI ICM, Yayasan Bina Insan Muda (YBIM), serta Pengurus Daerah PGLII Batam, Lingga dan Karimun. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran nyata bahwa PGLII Kepri memiliki ruang yang terbuka bagi gereja dan lembaga Injili untuk membangun komunikasi, persaudaraan, dan kebersamaan lintas denominasi.

Perjumpaan tersebut memperlihatkan bahwa perbedaan denominasi tidak harus menjadi alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Justru dalam keberagaman itulah gereja dapat saling melengkapi. Ada gereja yang memiliki kekuatan dalam bidang pendidikan, ada yang fokus pada pelayanan sosial, ada yang kuat dalam misi dan penginjilan, ada yang bergerak dalam pembinaan generasi muda, dan ada pula yang memiliki pengalaman panjang dalam pelayanan masyarakat. Ketika berbagai potensi tersebut dipertemukan melalui komunikasi dan kolaborasi, pelayanan dapat menghasilkan dampak yang lebih luas dan lebih nyata.

Semangat “Unity and Influence” karena itu diharapkan tidak berhenti di dalam gedung gereja atau hanya menjadi tema dalam sebuah kegiatan. Kesatuan harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Gereja diharapkan mampu membangun jejaring, membuka ruang kolaborasi, saling mendukung dalam pelayanan, serta hadir di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai kasih dan kepedulian. Influence atau pengaruh yang dimaksud bukanlah tentang mencari kekuasaan, melainkan menghadirkan perubahan positif melalui keteladanan, pelayanan sosial, pendidikan, pembinaan generasi, kepedulian terhadap sesama, dan kesaksian iman.

Kepulauan Riau dengan karakter wilayah kepulauan juga membutuhkan jejaring pelayanan yang kuat. Jarak geografis antara satu wilayah dengan wilayah lainnya tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan. Karena itu, fellowship yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai daerah menjadi salah satu cara untuk mendekatkan hubungan antargereja dan lembaga Injili. Setelah Batam menjadi tuan rumah, fellowship berikutnya direncanakan untuk dilaksanakan di Bintan. Rotasi lokasi tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada setiap daerah untuk merasakan semangat kebersamaan sekaligus menjadi bagian aktif dalam membangun persekutuan PGLII Kepri.

Rencana fellowship di Bintan juga menunjukkan bahwa semangat kebersamaan tidak berhenti pada satu kegiatan. Ada upaya untuk membangun kesinambungan komunikasi dan menjaga agar hubungan antarpelayan terus berkembang. Dari Batam menuju Bintan, dari satu wilayah menuju wilayah lainnya, semangat persaudaraan diharapkan terus bergerak dan menjangkau semakin banyak gereja serta lembaga Injili di Kepulauan Riau. Dengan demikian, fellowship tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi ruang yang memperkuat jejaring pelayanan dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Fellowship kemudian ditutup dengan doa bersama bagi bangsa Indonesia dan secara khusus bagi Kepulauan Riau. Doa tersebut menjadi ungkapan kerinduan agar damai sejahtera, keadilan, keamanan, dan pembangunan terus menyertai kehidupan masyarakat. Gereja kembali diingatkan bahwa dirinya merupakan bagian dari bangsa dan masyarakat. Karena itu, gereja memiliki tanggung jawab untuk ikut mendoakan, melayani, dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan di mana gereja berada.

Momentum HUT PGLII ke-55 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 akhirnya menjadi ruang refleksi bahwa perjalanan panjang organisasi dan bangsa harus diisi dengan karya nyata. Gereja tidak cukup hanya bersyukur atas perjalanan masa lalu, tetapi juga perlu mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Tantangan pelayanan terus berubah, generasi baru tumbuh dengan realitas yang berbeda, dan masyarakat membutuhkan kehadiran gereja yang mampu menjawab persoalan zaman dengan kasih, hikmat, dan tindakan nyata.

Fellowship PGLII Kepri di Kota Batam pun menjadi sebuah penegasan bahwa gereja memiliki kekuatan besar ketika memilih untuk bersatu. Persatuan bukan berarti menyeragamkan semua denominasi atau menghilangkan identitas masing-masing. Persatuan berarti bersedia berjalan bersama di tengah perbedaan, saling menghormati, saling melengkapi, dan menempatkan kepentingan pelayanan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Begitu pula dengan pengaruh. Gereja tidak dipanggil untuk mencari kekuasaan, tetapi untuk menghadirkan kebaikan. Gereja dipanggil menjadi garam yang memberi rasa dan terang yang menerangi. Pengaruh gereja akan semakin kuat ketika iman diterjemahkan menjadi tindakan, ketika kasih diwujudkan melalui pelayanan, dan ketika persaudaraan tidak hanya dibicarakan tetapi benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari Kota Batam, semangat itu kembali dinyalakan. Di tengah keberagaman denominasi dan luasnya wilayah Kepulauan Riau, gereja dan lembaga Injili dipanggil untuk terus membangun jembatan, bukan tembok; membangun kerja sama, bukan persaingan; serta menghadirkan pengaruh yang membawa berkat bagi masyarakat. Fellowship ini menjadi salah satu momentum untuk mengingatkan bahwa ketika gereja bersatu dalam Kristus, ada kekuatan besar yang dapat dihadirkan bagi sesama dan bangsa.

Pada akhirnya, pesan “Unity and Influence” bukan hanya sebuah tema, melainkan sebuah panggilan. Panggilan agar gereja tetap bersatu dalam Kristus dan tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman. Panggilan agar setiap gereja dan lembaga Injili berani keluar dari ruangnya masing-masing untuk menjadi berkat bagi masyarakat. Dan panggilan agar api pelayanan serta pemberitaan Injil terus menyala di seluruh penjuru Kepulauan Riau.

Unity and Influence — Bersatu dalam Kristus, Berdampak bagi Sesama.

Dari Batam untuk Kepri. Dari gereja untuk masyarakat. Dari iman untuk tindakan nyata.

Soli Deo Gloria.

(IMAMel)

#PGLIIOurHome
#UnityAndInfluence
#PGLIIBATAM
#MUSDAPGLIIBATAM
#INFOPGLII
#PGLIIKepri
#PGLII55Tahun
#HUTRI81
#APIInjilTerusMenyala

BATAM Tags:batam, dpc batam, indonesia, kepri, pglii

Post navigation

Previous Post: PGLII: LANGKAH BESAR DIMULAI DARI SATU MEJA

Related Posts

  • Pelantikan DPW Forum Bela Negara RI Provinsi Kepulauan Riau Berlangsung Khidmat, Teguhkan Komitmen Bela Negara di Wilayah Perbatasan BATAM
  • Hari Pertama Nihon Nagoya Festival 2026: Penuh Antusiasme, Inspirasi, dan Harapan untuk Generasi Muda BATAM
  • PEMBINAAN KEROHANIAN SISWA KRISTEN SMK NEGERI 2 BATAM BATAM
  • PGLII: LANGKAH BESAR DIMULAI DARI SATU MEJA BATAM
  • Ibadah Gabungan Pemuda Antar Gereja kota Batam bersama Mahasiswa/i STT RAI Baloi mas kota Batam BATAM
  • Panitia MUSDA PGLII Kota Batam Dilantik, Pesan Iman dan Integritas Jadi Landasan Pelayanan BATAM

Recent Posts

  • BATAM MENJADI TITIK NYALA!
  • PGLII: LANGKAH BESAR DIMULAI DARI SATU MEJA
  • Panitia MUSDA PGLII Kota Batam Dilantik, Pesan Iman dan Integritas Jadi Landasan Pelayanan
  • Hari Pertama Nihon Nagoya Festival 2026: Penuh Antusiasme, Inspirasi, dan Harapan untuk Generasi Muda
  • Pemuda Antar Gereja Kota Batam Berbagi Takjil Di bulan Ramadhan

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • August 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • March 2025
  • October 2024
  • August 2024
  • June 2024
  • April 2024
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • November 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • January 2020

Categories

  • BATAM
  • FKPPAL
  • gempar
  • indonesia
  • KEPRI
  • Nusantara
  • Politics
  • Singapura
  • Update
  • KANTOR DPW PSI KEPRI KEMBALI DI SEGEL DAN DI BEKUKAN AKTIVITAS, ADA APA GERANGAN? Nusantara
  • Karimun Bergerak! GEMPAR KEPRI Lantik Caretaker Pertama, Tanda Dimulainya Era Pemuda Pembaharu gempar
  • FKPPAL DPC BATAM: Selamat Menempuh Hidup Baru Untuk Sahabat FKPPAL
  • BANSOS: Pengobatan Gratis diserbu masa ratusan warga Penyalai indonesia
  • FKPPAL DPC BATAM: Donor Darah bersama LINTAS ORGANISASI FKPPAL
  • Ibadah Gabungan Pemuda Antar Gereja kota Batam bersama Mahasiswa/i STT RAI Baloi mas kota Batam BATAM
  • FKPPAL DPC BATAM: Ziarah Taman Makam Pahlawan Bersama Ketua LVRI Kota Batam FKPPAL
  • FKPPAL: Menghadiri Undangan Pelantikan Pengurus FOSIWAJA di Batam FKPPAL

Copyright © 2026 SUARAIKN.COM.

Powered by PressBook News WordPress theme