Batam, 24-Feb-2026 — Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR) Kepulauan Riau, Bobyrianto Nainggolan, turut ambil bagian dalam Kegiatan Pembinaan Kerohanian atau Pesantren Kilat Siswa Kristen yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 2 Batam selama Bulan Ramadhan. Kehadiran Boby Nainggolan sebagai narasumber sekaligus tokoh kepemudaan menjadi bentuk sinergi antara sekolah dan organisasi kepemudaan dalam membina generasi muda yang berkarakter dan berintegritas.
Program Pesantren Kilat atau Pembinaan Kerohanian ini merupakan agenda rutin tahunan sekolah yang dirancang untuk membina, membangun, serta mengembangkan dimensi keimanan siswa Kristen. Kegiatan ini secara khusus diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran akan panggilan Tuhan dalam kehidupan mereka sejak usia muda, sekaligus membekali mereka menghadapi masa depan dengan iman yang kokoh dan karakter yang matang.
Membentuk Dimensi Iman di Masa Remaja
Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X dan XII sesuai jadwal yang telah ditetapkan pihak sekolah. Selama lima hari pelaksanaan, yang dimulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB, para siswa mengikuti rangkaian pembinaan rohani yang berlangsung di Gedung House of Grace Raja Isa, Batam. Fasilitas yang representatif dan suasana yang kondusif memungkinkan para siswa berfokus penuh dalam mengikuti setiap sesi pembinaan.
Setiap tahunnya, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi siswa Kristen di lingkungan sekolah negeri untuk memperdalam pemahaman iman mereka. Di tengah dinamika zaman yang serba cepat, perkembangan teknologi digital, serta perubahan sosial yang signifikan, pembinaan kerohanian menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak kehilangan arah dan nilai hidup.
Dalam kegiatan ini, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya formasi kerohanian sebagai bekal utama untuk menyongsong masa depan, terutama setelah mereka menyelesaikan pendidikan di SMK Negeri 2 Batam dan memasuki dunia kerja maupun jenjang pendidikan lanjutan.
Mengusung Tema “SHINE FOR JESUS”
Mengangkat tema “SHINE FOR JESUS”, kegiatan ini mengajak siswa untuk memahami makna dasar panggilan hidup sebagai terang di tengah lingkungan mereka. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan ajakan konkret bagi para siswa untuk menjadi pribadi yang membawa dampak positif di mana pun mereka berada.
Beberapa pokok materi yang disampaikan dalam pembinaan meliputi:
- Makna panggilan hidup untuk “bersinar” bagi Tuhan.
- Tanggung jawab dan kesempatan berkarya sesuai dengan talenta yang dimiliki.
- Aspek kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.
- Pentingnya membangun kapasitas diri di era digital.
- Kesadaran mengembangkan potensi secara bijaksana di tengah perkembangan teknologi.
- Fondasi iman yang berakar, bertumbuh, dan berbuah dalam kehidupan nyata.
Materi-materi tersebut dirancang untuk membantu siswa membangun disiplin rohani yang kuat, sekaligus membekali mereka dengan wawasan kepemimpinan dan kesiapan menghadapi tantangan zaman.
Tantangan Zaman Digital dan Formasi Karakter
Dalam salah satu sesi pembinaan, Boby Nainggolan menekankan bahwa generasi muda saat ini hidup di era yang sangat terkoneksi. Informasi mengalir tanpa batas, media sosial membentuk opini dan identitas, serta peluang dan tantangan hadir bersamaan.
“Anak muda harus memiliki fondasi iman yang kuat agar tidak mudah terombang-ambing oleh arus digital. Teknologi adalah alat, tetapi karakter adalah penentu arah hidup,” ujarnya di hadapan ratusan siswa.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kapasitas diri secara berkelanjutan — baik dalam aspek spiritual, intelektual, maupun sosial. Menurutnya, iman yang sehat akan menghasilkan karakter yang disiplin, tangguh, dan siap menghadapi perubahan.
Antusiasme Peserta dan Suasana Kebersamaan
Selama lima hari penyelenggaraan, tercatat sekitar 196 hingga 224 siswa hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Diskusi interaktif, sesi refleksi, serta kebersamaan antar siswa menjadi momen yang mempererat persaudaraan di antara mereka.
Para siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi kelompok, tanya jawab, serta sesi refleksi pribadi. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini membantu mereka lebih memahami tujuan hidup dan memperkuat komitmen iman.
Suasana Gedung House of Grace Raja Isa yang nyaman dan mendukung menjadi faktor penting keberhasilan kegiatan ini. Lingkungan yang kondusif memungkinkan siswa untuk fokus dan merenungkan setiap materi yang disampaikan.
Menyiapkan Generasi yang Siap Menghadapi Masa Depan
Pihak SMK Negeri 2 Batam berharap melalui kegiatan ini para siswa semakin menyadari pentingnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan peluang kehidupan, khususnya di masa perubahan yang sangat cepat seperti saat ini.
Pembinaan kerohanian ini bertujuan untuk membuka wawasan para siswa agar terus mempersiapkan diri memasuki tahap kehidupan berikutnya, baik dalam dunia kerja, pendidikan lanjutan, maupun kehidupan bermasyarakat.
Dengan fondasi iman yang kuat, karakter yang terbentuk, serta pemahaman kepemimpinan yang benar, diharapkan para siswa mampu menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik dan kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki integritas dan nilai moral yang kokoh.
Sinergi Pendidikan dan Pembinaan Kepemudaan
Keterlibatan Boby Nainggolan sebagai Sekretaris GEMPAR DPD Kepri menunjukkan adanya sinergi antara dunia pendidikan dan organisasi kepemudaan dalam membangun generasi muda yang berdaya saing dan berkarakter.
Pembinaan seperti ini menjadi bukti bahwa sekolah negeri dapat menjadi ruang pembentukan iman yang sehat dan inklusif, sekaligus mendukung nilai kebangsaan dan pembangunan karakter.
Melalui kegiatan Pesantren Kilat dan Pembinaan Kerohanian ini, SMK Negeri 2 Batam berharap lahir generasi muda Kristen yang:
- Memiliki kesadaran panggilan hidup sejak dini
- Berintegritas dan bertanggung jawab
- Siap menghadapi tantangan era digital
- Mampu memimpin dengan karakter dan nilai iman
- Memberi kontribusi positif bagi gereja, masyarakat, dan bangsa
Tema “SHINE FOR JESUS” menjadi pengingat bahwa setiap siswa memiliki potensi untuk bersinar — bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk membawa terang dan dampak bagi lingkungan sekitarnya.
Dari Batam, generasi muda sedang dipersiapkan.
Bukan hanya untuk sukses secara karier,
tetapi untuk hidup dengan makna dan karakter yang kokoh.

