Batam, 1 September 2025 — Di tengah suasana bangsa yang lagi banyak cobaan, Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR) Kepri mengajak semua pihak untuk tetap tenang, jangan cepat emosi, dan memilih jalan musyawarah dibandingkan saling bentrok.
Sony Christanto, Ketua GEMPAR Kepri, bilang pemuda harus jadi penyejuk, bukan malah ikut-ikutan bikin panas suasana.
“Kami ikut berduka buat korban yang jatuh dalam kejadian aksi belakangan ini. Kekerasan dan anarkis itu bukan jalan keluar, malah bikin kita semua tambah rugi. Lebih baik kita duduk bersama, bicara baik-baik, dan cari jalan yang adil,” kata Sony.
Ciko Arnold Nainggolan, Bendahara GEMPAR Kepri, juga mengingatkan kalau perbedaan pendapat itu wajar dalam demokrasi, tapi jangan sampai bikin kita pecah belah.
“Jangan mau diadu domba. Kita ini satu bangsa, satu tanah air. Kalau ada masalah, ayo kita rembukkan, bukan saling serang. GEMPAR siap jadi jembatan buat dialog yang sehat,” ujar Ciko.
GEMPAR Kepri juga menegaskan beberapa hal penting:
- Kami ikut berduka dan mendoakan semua korban jiwa maupun yang luka-luka supaya cepat pulih.
- Kami menolak keras segala bentuk kekerasan, anarkisme, dan provokasi yang bikin rakyat sengsara.
- Kami ajak masyarakat jangan gampang termakan isu menyesatkan, tetap tenang, dan jangan terpancing emosi.
- Aparat hukum harus adil, tegas, dan transparan menindak siapa pun yang salah.
- Semua masalah lebih baik diselesaikan lewat musyawarah dan dialog.
- Kami ingatkan pejabat pemerintah dan wakil rakyat: jangan keluarkan pernyataan yang bikin hati rakyat sakit, apalagi rakyat lagi susah bareng-bareng.
- Jangan juga pamer gaya hidup mewah atau harta di depan publik, karena itu bikin luka sosial dan tambah jauh dari rakyat.
Dengan suara ini, GEMPAR Kepri mau tegaskan: pemuda bukan datang bawa amarah, tapi bawa semangat persatuan, musyawarah, dan kebersamaan. Biar Indonesia tetap damai, adil, dan sejahtera.

