Skip to content
SUARAIKN.COM

SUARAIKN.COM

Berita terkini dan terpercaya

  • Home
  • Contact Us
  • Privacy
  • Toggle search form
  • BANSOS: PENGOBATAN GRATIS DAN KACAMATA GRATIS UNTUK WARGA PULAU UNGAR DIMINATI Nusantara
  • REMPAH: Gerakan dari Hati untuk Diaspora Indonesia di Singapura Nusantara
  • Pelantikan DPW Forum Bela Negara RI Provinsi Kepulauan Riau Berlangsung Khidmat, Teguhkan Komitmen Bela Negara di Wilayah Perbatasan BATAM
  • PEMBINAAN KEROHANIAN SISWA KRISTEN SMK NEGERI 2 BATAM BATAM
  • Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut III atau (Lantamal III) FKPPAL
  • GEMPAR KEPRI Gaungkan Semangat Pemuda Maritim: Saat Audiensi ke KSOP Batam gempar
  • PERAYAAN NATAL LINTAS ORGANISASI KOTA BATAM 2022 FKPPAL
  • Pemkab Labuhanbatu Tentukan Waktu Dan Tempat Pelaksanaan MTQ dan FSQ Tahun 2023 Update

Panitia MUSDA PGLII Kota Batam Dilantik, Pesan Iman dan Integritas Jadi Landasan Pelayanan

Posted on 21-August-202621-August-2026 By transberita

BATAM — Langkah awal menuju pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Batam resmi dimulai. Dalam suasana ibadah yang penuh syukur dan kebersamaan, Panitia MUSDA PGLII Kota Batam dilantik untuk mempersiapkan salah satu agenda penting organisasi, yakni pelaksanaan MUSDA sekaligus proses pemilihan Ketua PD PGLII Kota Batam untuk periode kepengurusan selanjutnya.

Kegiatan Ibadah Syukur dan Pelantikan Panitia tersebut berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 15.00 WIB, bertempat di Gereja GPI, Jalan Suci, Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

Bagi PGLII Kota Batam, pelantikan panitia bukan sekadar kegiatan administratif atau seremonial organisasi. Di balik tugas yang mulai dipercayakan kepada setiap anggota panitia, terdapat sebuah tanggung jawab pelayanan yang membutuhkan kesungguhan, ketulusan, serta komitmen untuk menjaga persatuan dan persaudaraan gereja-gereja serta lembaga-lembaga Injili di Kota Batam.

Karena itu, pesan yang disampaikan dalam ibadah syukur menjadi sangat relevan. Sebelum berbicara mengenai agenda, jadwal, persidangan maupun proses pemilihan kepemimpinan, seluruh panitia terlebih dahulu diingatkan mengenai dasar utama dari setiap pelayanan: iman dan hati nurani yang murni.

Memulai Tugas dengan Iman

Ibadah Syukur yang mengawali kegiatan dipimpin oleh Pdt. Abraham Th. Terru, M.A., selaku Penasihat PD PGLII Kota Batam.

Dalam penyampaian firman Tuhan, Pdt. Abraham mengangkat pesan dari 1 Timotius 1:18 (TB):

“Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.”

Ayat tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh panitia yang baru dilantik.

Ada satu kalimat yang menjadi penekanan dan seolah merangkum seluruh tugas yang akan mereka jalankan: “memperjuangkan perjuangan yang baik.”

Dalam konteks pelayanan organisasi, perjuangan yang baik bukan hanya tentang bagaimana sebuah kegiatan dapat terlaksana sesuai jadwal. Lebih dari itu, perjuangan tersebut menyangkut bagaimana setiap proses dijalankan dengan sikap yang benar.

Panitia akan berhadapan dengan berbagai tugas, mulai dari administrasi, koordinasi peserta, agenda persidangan, kebutuhan teknis hingga berbagai persoalan organisatoris yang mungkin muncul dalam perjalanan menuju MUSDA.

Namun di tengah semua itu, ada hal yang tidak boleh kehilangan tempat: iman, integritas, persaudaraan, dan hati nurani yang murni.

Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa kepanitiaan MUSDA bukan hanya sebuah pekerjaan organisasi yang harus diselesaikan, tetapi merupakan bagian dari pelayanan.

Ketika sebuah tugas diterima sebagai amanah pelayanan, maka cara menjalankannya pun menjadi penting. Bukan hanya hasil akhirnya yang diperhatikan, tetapi juga proses yang ditempuh.

Di sinilah nilai integritas menjadi sangat penting.

Setiap keputusan perlu dilakukan dengan bijaksana. Setiap tanggung jawab perlu dijalankan dengan sungguh-sungguh. Setiap komunikasi perlu dibangun dengan saling menghormati. Dan setiap perbedaan yang mungkin muncul perlu diselesaikan dalam semangat persaudaraan.

Sebab pada akhirnya, MUSDA bukan hanya berbicara tentang siapa yang akan memimpin organisasi pada periode berikutnya. MUSDA juga menjadi cermin bagaimana gereja dan lembaga-lembaga Injili membangun budaya organisasi yang sehat, dewasa, tertib, dan berintegritas.

Pdt. Junus Helwend, S.Th. Dipercaya Memimpin Panitia

Dalam struktur kepanitiaan MUSDA PGLII Kota Batam, Pdt. Junus Helwend, S.Th. dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana MUSDA PGLII Kota Batam.

Kepercayaan tersebut membawa tanggung jawab besar. Sebagai Ketua Panitia Pelaksana, Pdt. Junus Helwend akan memimpin koordinasi dan memastikan seluruh tahapan persiapan menuju MUSDA dapat berjalan secara tertib, terarah, profesional, dan sesuai dengan ketentuan organisasi.

Tugas tersebut tentunya tidak dapat dilakukan seorang diri.

Pelaksanaan MUSDA membutuhkan kerja bersama dari berbagai unsur kepanitiaan. Setiap bidang memiliki peran masing-masing, mulai dari administrasi, koordinasi peserta, agenda persidangan, komunikasi, hingga kebutuhan teknis di lapangan.

Karena itu, kekuatan panitia bukan hanya terletak pada siapa yang menjadi ketua, tetapi pada bagaimana seluruh anggota mampu bekerja sebagai satu tim.

Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan menjadi kekuatan utama Panitia MUSDA PGLII Kota Batam.

Di tengah beragam latar belakang gereja, lembaga, pelayanan dan karakter setiap orang, panitia dituntut untuk mampu membangun komunikasi yang terbuka dan saling menghargai.

MUSDA akan menjadi sebuah proses bersama. Karena itu, keberhasilannya pun membutuhkan kebersamaan.

Melkysedek Dipercaya Mengkoordinasikan Teknis Acara

Dalam pelaksanaan teknis kegiatan, Melkysedek, yang juga merupakan salah satu Anggota Pembina Ormas GEMPAR Provinsi Kepulauan Riau, dipercaya untuk memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan teknis Acara MUSDA PGLII Kota Batam.

Peran teknis menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam sebuah agenda organisasi.

Sebuah MUSDA tidak hanya membutuhkan persiapan secara substansi, tetapi juga membutuhkan kesiapan teknis yang matang agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan tertib.

Koordinasi waktu, tempat, peserta, agenda, kebutuhan persidangan, perangkat teknis serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya harus dipersiapkan secara cermat.

Pembagian tanggung jawab antara pimpinan panitia dan koordinator teknis diharapkan mampu menciptakan alur kerja yang lebih efektif.

Dengan koordinasi yang baik, setiap bidang dapat mengetahui tugas dan tanggung jawab masing-masing, sekaligus memahami bahwa seluruh pekerjaan tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan yang sama: menyukseskan MUSDA PGLII Kota Batam.

Pelantikan Menandai Dimulainya Perjalanan Menuju MUSDA

Setelah ibadah syukur selesai, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Panitia MUSDA PGLII Kota Batam.

Prosesi tersebut menjadi penanda bahwa persiapan MUSDA secara resmi mulai berjalan.

Mulai saat itu, para panitia tidak lagi hanya menjadi bagian dari sebuah struktur organisasi, tetapi telah menerima mandat untuk bekerja dan mempersiapkan sebuah forum yang memiliki arti penting bagi perjalanan PGLII Kota Batam.

Tanggung jawab tersebut mencakup berbagai hal.

Administrasi harus dipersiapkan dengan baik. Peserta perlu dikoordinasikan. Agenda persidangan harus disusun secara matang. Kebutuhan teknis harus dipastikan. Komunikasi antarpihak perlu dibangun. Dan seluruh rangkaian kegiatan harus dipersiapkan dengan memperhatikan ketentuan organisasi.

Semua itu membutuhkan waktu, energi, koordinasi dan komitmen.

Namun ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekadar kesiapan teknis: kepercayaan.

Setiap anggota panitia dipercaya untuk menjalankan bagian yang menjadi tanggung jawabnya.

Kepercayaan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata, bukan hanya dengan kata-kata.

Karena itu, pesan mengenai iman dan hati nurani yang murni menjadi fondasi yang sangat penting.

MUSDA Bukan Sekadar Pergantian Kepemimpinan

MUSDA PD PGLII Kota Batam nantinya akan menjadi forum penting organisasi. Salah satu agenda utamanya adalah proses pemilihan Ketua PD PGLII Kota Batam untuk periode kepengurusan selanjutnya.

Namun, jika dilihat lebih jauh, MUSDA sesungguhnya memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar pergantian kepemimpinan.

MUSDA adalah momentum untuk melihat kembali perjalanan pelayanan yang telah dilakukan, melakukan konsolidasi, membangun kesamaan visi, sekaligus memikirkan arah pelayanan organisasi ke depan.

Dunia pelayanan gereja terus menghadapi tantangan yang berkembang. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dinamika generasi muda, kebutuhan masyarakat, tantangan dalam pelayanan misi serta berbagai persoalan kehidupan sosial menjadi bagian dari realitas yang tidak dapat diabaikan.

Di tengah perubahan tersebut, gereja-gereja dan lembaga-lembaga Injili membutuhkan kebersamaan.

Karena itu, kepemimpinan yang lahir dari proses MUSDA diharapkan bukan hanya mampu menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga mampu membawa PGLII Kota Batam semakin kuat dalam pelayanan, misi, kesaksian dan pembangunan persatuan tubuh Kristus.

Di sinilah MUSDA menjadi penting.

Ia bukan sekadar forum untuk memilih seseorang menjadi ketua. Ia adalah kesempatan untuk bersama-sama bertanya: ke mana pelayanan ini akan diarahkan dan apa yang dapat dilakukan bersama bagi kemuliaan Tuhan?

Fellowship: Ketika Organisasi Bertemu dalam Persaudaraan

Setelah prosesi pelantikan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan fellowship bersama.

Suasana fellowship memberikan warna tersendiri dalam keseluruhan kegiatan.

Di tengah kesibukan organisasi dan berbagai tanggung jawab pelayanan, fellowship menjadi ruang untuk berjumpa, berbincang dan membangun kembali kedekatan sebagai saudara seiman.

Tidak semua hal harus selalu dibicarakan dalam ruang rapat.

Kadang-kadang, sebuah komunikasi yang baik justru lahir dari percakapan sederhana. Dari saling mengenal. Dari duduk bersama. Dari mendengarkan cerita satu sama lain.

Semangat seperti itulah yang dibutuhkan menjelang MUSDA.

Sebab organisasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh struktur yang rapi, tetapi juga oleh hubungan antarmanusia yang sehat.

Ketika ada rasa saling percaya, komunikasi menjadi lebih mudah. Ketika ada persaudaraan, perbedaan dapat dibicarakan dengan kepala dingin. Dan ketika semua pihak memiliki tujuan yang sama, berbagai tantangan akan lebih mudah dihadapi.

Fellowship tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara panitia, pengurus, penasihat dan berbagai unsur pelayanan PGLII Kota Batam.

Menjaga Persatuan di Tengah Proses Organisasi

Setiap proses organisasi tentu memiliki dinamika.

Perbedaan pandangan adalah sesuatu yang dapat terjadi dalam sebuah forum. Bahkan, dalam organisasi yang sehat, perbedaan pendapat merupakan bagian dari proses untuk menemukan keputusan terbaik.

Namun yang harus dijaga adalah bagaimana perbedaan tersebut tidak menghilangkan persaudaraan.

Semangat inilah yang diharapkan hadir dalam seluruh proses menuju MUSDA PGLII Kota Batam.

Panitia diharapkan dapat bekerja secara profesional, objektif, tertib dan berintegritas, sekaligus menjaga suasana persaudaraan di antara gereja-gereja dan lembaga-lembaga Injili yang menjadi bagian dari PGLII.

MUSDA hendaknya menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pemikiran, bukan memperbesar jarak.

Menjadi ruang untuk membangun, bukan menjatuhkan.

Menjadi ruang untuk mencari kehendak dan kepentingan pelayanan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.

Karena pada akhirnya, yang ingin dibangun bukan hanya organisasi yang kuat secara administratif, tetapi juga persekutuan yang kuat secara rohani dan persaudaraan.

Dari Panitia, Untuk Pelayanan yang Lebih Baik

Dengan dilantiknya Panitia MUSDA PGLII Kota Batam, perjalanan menuju pelaksanaan MUSDA secara resmi telah dimulai.

Di depan panitia terbentang berbagai pekerjaan yang membutuhkan perhatian dan kesungguhan.

Ada rapat yang harus dilakukan, dokumen yang harus disiapkan, peserta yang harus dikoordinasikan, agenda yang harus disusun dan berbagai kebutuhan teknis yang harus dipastikan.

Tetapi di balik seluruh pekerjaan tersebut, ada satu harapan yang jauh lebih besar: agar MUSDA dapat menjadi bagian dari perjalanan PGLII Kota Batam menuju pelayanan yang semakin baik.

Panitia diharapkan bekerja dengan satu semangat.

Bukan semangat untuk menunjukkan siapa yang paling kuat, melainkan semangat untuk memberikan yang terbaik.

Bukan semangat untuk mencari kepentingan pribadi, melainkan semangat untuk melayani.

Bukan semangat untuk mempertajam perbedaan, melainkan semangat untuk menemukan titik temu.

Dan bukan semata-mata mengejar keberhasilan sebuah acara, melainkan menghadirkan proses organisasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral, organisatoris dan spiritual.

Pesan dari 1 Timotius 1:18 menjadi pengingat yang relevan bagi seluruh panitia: memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.

Pesan tersebut menjadi fondasi sekaligus arah.

Sebab sebuah pelayanan yang baik tidak hanya membutuhkan kemampuan, tetapi juga karakter.

Tidak hanya membutuhkan kecakapan mengatur acara, tetapi juga ketulusan hati.

Tidak hanya membutuhkan kepemimpinan, tetapi juga kerendahan hati untuk bekerja bersama.

Menatap MUSDA dengan Harapan

Pelantikan panitia pada 10 Agustus 2026 menjadi awal dari sebuah perjalanan yang diharapkan membawa semangat baru bagi PGLII Kota Batam.

Seluruh rangkaian persiapan diharapkan dapat berjalan dalam suasana damai, tertib, transparan, demokratis dan berintegritas.

MUSDA nantinya diharapkan mampu menghasilkan kepemimpinan yang dapat membawa PGLII Kota Batam semakin kuat dalam menghadapi tantangan pelayanan dan semakin relevan dalam menjalankan panggilan gereja di tengah masyarakat.

Lebih dari itu, proses MUSDA diharapkan menjadi kesaksian bahwa perbedaan dapat dipersatukan oleh kasih, bahwa organisasi dapat dijalankan dengan integritas, dan bahwa pelayanan dapat terus dikerjakan dengan iman.

Karena pada akhirnya, setiap jabatan adalah sementara, setiap kepengurusan memiliki waktunya, tetapi panggilan untuk melayani Tuhan dan membangun tubuh Kristus terus berlanjut.

Dari sinilah perjalanan Panitia MUSDA PGLII Kota Batam dimulai.

Dengan iman sebagai dasar, integritas sebagai karakter, persaudaraan sebagai kekuatan dan pelayanan sebagai tujuan.

Kiranya seluruh proses yang akan dilalui menjadi bagian dari “perjuangan yang baik” dan membawa PGLII Kota Batam semakin kuat dalam persatuan, pelayanan, misi dan kesaksian gereja-gereja Injili.

Soli Deo Gloria.

(IMAMel)

BATAM Tags:batam, kepri

Post navigation

Previous Post: Hari Pertama Nihon Nagoya Festival 2026: Penuh Antusiasme, Inspirasi, dan Harapan untuk Generasi Muda
Next Post: PGLII: LANGKAH BESAR DIMULAI DARI SATU MEJA

Related Posts

  • Hari Pertama Nihon Nagoya Festival 2026: Penuh Antusiasme, Inspirasi, dan Harapan untuk Generasi Muda BATAM
  • PGLII: LANGKAH BESAR DIMULAI DARI SATU MEJA BATAM
  • Ibadah Gabungan Pemuda Antar Gereja kota Batam bersama Mahasiswa/i STT RAI Baloi mas kota Batam BATAM
  • PEMBINAAN KEROHANIAN SISWA KRISTEN SMK NEGERI 2 BATAM BATAM
  • Pelantikan DPW Forum Bela Negara RI Provinsi Kepulauan Riau Berlangsung Khidmat, Teguhkan Komitmen Bela Negara di Wilayah Perbatasan BATAM

Recent Posts

  • PGLII: LANGKAH BESAR DIMULAI DARI SATU MEJA
  • Panitia MUSDA PGLII Kota Batam Dilantik, Pesan Iman dan Integritas Jadi Landasan Pelayanan
  • Hari Pertama Nihon Nagoya Festival 2026: Penuh Antusiasme, Inspirasi, dan Harapan untuk Generasi Muda
  • Pemuda Antar Gereja Kota Batam Berbagi Takjil Di bulan Ramadhan
  • PEMBINAAN KEROHANIAN SISWA KRISTEN SMK NEGERI 2 BATAM

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • August 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • March 2025
  • October 2024
  • August 2024
  • June 2024
  • April 2024
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • December 2022
  • November 2022
  • August 2022
  • July 2022
  • June 2022
  • May 2022
  • January 2020

Categories

  • BATAM
  • FKPPAL
  • gempar
  • indonesia
  • KEPRI
  • Nusantara
  • Politics
  • Singapura
  • Update
  • cache Nusantara
  • REMPAH: Gerakan dari Hati untuk Diaspora Indonesia di Singapura Nusantara
  • Pelantikan DPW Forum Bela Negara RI Provinsi Kepulauan Riau Berlangsung Khidmat, Teguhkan Komitmen Bela Negara di Wilayah Perbatasan BATAM
  • GEMPAR: Pelantikan dan Deklarasi DPLN Gempar di Singapura: Membangun Generasi Emas 2045 gempar
  • Menteri Kominfo Jhony G Plate Buka Konvensi Pers Nasional Tahun 2023 Update
  • FKPPAL DPC BATAM: Tea Reception to Welcome Mr.Gavin Ang & Farewell Mr. Mark Low , Consulate-General of The Republic of Singapore FKPPAL
  • FKPPAL DPC BATAM: Hibah Dua Laptop Layak Kepada Pengurus Gereja di KOTA BATAM FKPPAL
  • Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut III atau (Lantamal III) FKPPAL

Copyright © 2026 SUARAIKN.COM.

Powered by PressBook News WordPress theme